CHAPTER ONE
“ Ayolah Yonghwa kau harus menolongku kali ini “.
Yonghwa menatap Jonghyun – sahabatnya – yang sedang
menatapnya dengan pandangan yang memohon. Mereka berdua sedang berada di sebuah
cafe. Yonghwa baru saja menyelesaikan satu lagi kasus perceraian yang di
tanganinya saat dia menerima telepon dari Jonghyun yang mengajaknya bertemu di
cafe ini.
“ Apakah kau tak bisa meminta bantuan Minhyuk atau
Jungshin “, kata Yonghwa enggan sambil menyisip ice coffeenya.
“ Minhyuk ada rapat di luar kota sementara Jungshin
sedang berada di Jepang, kaulah satu-satunya harapanku, ayolah sobat lagi pula
ini kan untuk amal “, bujuk Jonghyun tak putus asa. Dia harus bisa membujuk
Yonghwa untuk ikut dalam acara “ Game Kencan “ yang di selenggarakannya untuk
menghimpun dana bagi anak-anak penderita cancer dan juga untuk orang tua jompo.
“ Aku sih mau saja membantu, aku bisa menyumbang
banyak untuk acaramu itu. Aku tak perlu harus menjadi fanelisnya kan “, argumen
Yonghwa. Terus terang mendengar nama kata Lelang pengantin saja sudah
membuatnya illfil apalagi harus ikut serta. No way !
“ Ini kan hanya main-main. Aku tidak menyuruhmu
untuk benar-benar menikah di sana “. Jonghyun tahu tidak akan mudah membujuk
Yonghwa yang dia tahu paling anti dengan yang namanya pernikahan. Tapi ini
acara bohongan, Yonghwa hanya perlu memilih satu dari 3 finalis wanita lalu
selanjutnya mereka akan mengadakan pernikahan bohongan dan semuanya hanya
bohongan !.
“ Tak bisakah kau meminta orang lain, Jonghyun.ah !
Aku sedang sibuk dengan begitu banyak kasus. Hari ini saja aku baru
menyelesaikan satu kasus perceraian yang rumit belum lagi kasus lain yang
menunggu untuk aku pelajari. Aku betul-betul tak ada waktu “.
“ Aku bisa saja meminta bantuan orang lain tapi aku
lebih memilih dirimu. Ini adalah acara amal dan aku tahu kau bisa menyumbang
berapa saja yang aku minta. Tapi aku lebih butuh kehadiranmu sebagai fanelis
bukan uangmu “, tegas Jonghyun sambil berdiri. “ Aku tidak mau dengar alasan
apapun, pokoknya kau harus datang besok malam di waktu dan tempat yang sudah aku
sebutkan tadi ! “.
Lalu Jonghyun berlalu meninggalkan Yonghwa yang
hanya bisa menatapnya sambil menyisip ice kopinya. Firasat Yonghwa mengatakan akan ada sesuatu
yang terjadi, dia selalu tahu apapun yang berhubungan dengan Jonghyun adalah
malapetaka. Dia ingat ketika Jonghyun mengajaknay menemaninya date, double date
tepatnya dan untuknya lebih cocok di sebut blind date. Dan malapetakanya adalah
dia harus menemani seorang cewek dengan ukuran lebih besar dari dirinya dengan
wajah penuh jerawat yang hanya tertarik pada makanan daripada dirinya. Dan
masih banyak lagi malapetaka-malapetaka di sebabkan Jonghyun.
Anehnya dia selalu tak bisa menolak permintaan
Jonghyun seberapa pun dia merasa tidak setuju dengan ide-idenya ataupun
bersikeras untuk berhati batu dan menolaknya. Yonghwa selalu gagal ! Jadi mau
tidak mau besok dia harus bersiap-siap menghadapi malapetaka baru yang akan
menambah daftar malapetaka Jonghyun dalam kepalanya. Game Dating – Pernikahan –
apapun itu namanya Yonghwa tahu dia tidak akan bisa menikmatinya.
♥ ♥ ♥
“ No, no , no and No. Thank you “.
“ Yes, yes, yes. YES !! “.
“ Yoona Lim. Kau bukan ibuku ! “.
“ Memang bukan , tapi aku adalah sahabat terbaikmu
setelah tentu saja ibumu. Dan sekarang kau mau membantuku atau tidak ? “.
Seohyun terdiam sambil memandang keluar kaca
jendela cafe tempat mereka berdua bertemu. Permintaan Yoona adalah sesuatu yang
sama sekali tidak bisa dia terima.
“ Ayolah Seohyun, ini adalah acara amal rumah
sakit, kita akan menyumbangkan semua hasilnya untuk anak-anak penderita cancer.
Kau tahu kan bagaimana anak-anak itu butuh banyak biaya untuk berobat. Masa sih
kamu tega menolak ? “.
Yoona tahu dia akan memperoleh apa yang dia
inginkan dan Seohyun hanya bisa berharap dia bisa mengatakan Tidak pada Yoona.
Walaupun semua itu untuk amal, tapi permintaan Yoona untuk menjadikan dirinya
salah satu dari 3 kandidat wanita yang akan di pilih menjadi pasangan fanelis
pria adalah suatu yang tidak Seohyun sukai. Game Dating ? memangnya kencan ada permainannya ?
“ Entahlah Yoona, aku sedang sibuk menyiapkan ujian
tengah sementer untuk para mahasiswaku “, Seohyun mencoba berkelit.
“ Please deh Seohyun, aku tahu di laptopmu itu ada
ratusan soal-soal yang sudah kau persiapkan untuk ujian para mahasiswamu
kapanpun kau inginkan. Say something that I dont knowlah. Alasanmu tidak bisa
aku terima. Ya atau tidak ? “.
Yoona dan kekeraskepalaannya yang selalu tidak bisa
menerima penolakan dan Seohyun tahu dia sudah masuk dalam jeratannya dan
mustahil untuk melarikan diri.
“ Aku tidak bilang akan melakukannya tapi coba
ulangi lagi , apa sebenarnya yang harus aku lakukan ? Karena rasanya aku tidak
percaya dengan yang aku dengar “.
“ Rumah sakit tempatku bertugas bekerjasama dengan
Sebuah Perusahaan besar akan melakukan acara amal yaitu Lelang Pengantin yang
mana semua hasilnya akan kita salurkan ke anak-anak penderita Cancer. Kau hanya
cukup menjadi salah satu kandidat yang akan di pilh oleh seorang fanelis dan
saat terpilih fanelis dan kandidat terpilih akan melakukan pernikahan bohongan
dengan tentu saja dengan hakim pernikahan bohongan pula setelah itu semua
beres, kau boleh kembali dengan semua kekehidupanmu yang sempurna jauh dari
laki-laki “, kata Yona sedikit bernada sarkasme. Seohyun dan feminismenya.
“ Kau pasti bercanda ? “.
“ Sayangnya dalam hal ini aku serius, Seohyun
sayang. Semuanya sudah kami atur, sayangnya kandidat yang sudah kami siapkan
tiba-tiba harus di rawat karena terkena flu berat sementara waktunya sudah
sangat mepet – besok malam – dan aku sama sekali tidak tahu harus meminta
tolong pada siapa lagi. Jadi ku mohon jadilah sahabatku yang terbaik dan
tolonglah aku “.
Seohyun mencoba mengabaikan nada permohonan dalam
suara Yoona. “ Kau tahu kan sejak dulu aku tidak suka yang namanya kencan,
apalagi kencan buta dan aku tidak peduli apapun alasan di balik itu “. Seohyun
masih mencoba untuk menolak sehalus yang dia bisa.
“ Oh ayolah Seohyun, tidakkah kau lihat aku
terdesak sekarang ? kau sahabatku dan aku sangat memerlukanmu saat ini, apalagi
ini penting untuk banyak orang dan juga untukku. Apalah artinya persahabatan
kita yang sudah bertahun-tahun bila kau tak bisa membantuku “.
Seohyun kesal setiap kali Yoona memakai alasan
seperti itu. Persahabatan !.
“ Baiklah, Yoona “, kata Seohyun dengan nada enggan
yang jelas terlihat. “ Aku akan melakukannya untukmu. Hanya untukmu dan aku
tidak peduli dengan yang lainnya. Hanya kaulah yang berarti bagiku “.
Yoona menjerit sambil memeluk Seohyun dengan erat sehingga
beberapa orang yang berada di cafe tersebut memandang mereka dengan pandangan
heran dan bertanya-tanya.
“ Kau memang sahabatku yang paling baik “, dan
Yoona lalu mengecup pipi Seohyun spontan sanking senangnya.
“ Yeah, benar sekali “, sela Seohyun pasrah.
“ Jadi ingat besok malam jangan sampai lupa,
datanglah minimal 25 menit sebelum acara di mulai. Dan oh ya, please pakailah
baju yang sesuai, jangan pakai seragam pustakawatimu itu. Dan biarkan rambutmu
terurai. Gayamu ini membuatmu menjadi seperti seorang perawan tua saja “.
“ Aku bilang aku akan datang dan membantumu dan
tidak perlu berterima kasih dengan mengomentari caraku berpakaian, terima kasih
“. Dengus Seohyun sambil meminum ice teanya mencoba menyejukkan dirinya sendiri
yang tiba-tiba merasa seperti sedang di masak dalam sebuah kuali raksasa.
“ I love you Sissy !! “,
“ But I hate you anyway ! “.
♥ ♥ ♥
Prolog
Yonghwa mencondongkan wajahnya lebih dekat ke kaca
spion mobilnya mencermati wajah dan berkonsentrasi pada dasi kupu-kupu yang
tiba-tiba terasa sulit untuk diikatnya. Seharian memikirkan apa yang akan di
hadapinya malam ini membuatnya kehilangan fokus pada materi persidangan yang
seharusnya dia siapkan hingga akhirnya dia meminta Hakim untuk menunda sidang
hingga hari selanjutnya dengan alasan yang amat teramat sangat dibuat-buat
bahkan kliennya pun mengernyit mendengarnya – Dia sedang sakit perut !!
Hah !!!
Dating Game. Dating bukanlah hal yang membuat
Yonghwa enggan tapi akhir permainan itulah yang membuat Yonghwa bergidik.
Pernikahan Bohongan !! Dia tidak suka pernikahan walaupun itu hanyalah
kebohongan belaka. Tapi disinilah dirinya sekarang, di area parkir basement
salah satu hotel besar di Seoul, seperti sedang menantikan eksekusi mati.
Pikirannya sedang terkonsentrasi ke dasi
kupu-kupunya saat sebuah hentakan keras membuatnya terjorok ke depan dan mobilnya
terasa terguncang. Kaget Yonghwa lalu berpaling ke arah belakang mobilnya lalu
buru-buru keluar dari dalam mobilnya.
Bumper belakang mobilnya sukses penyot karena
tertabrak mobil yang akan di parkir dari arah belakang mobilnya. Seorang
wanita dengan kacamata berujung lancipnya, lengkap dengan pakaian ala
pustakawati – blazer plus kemeja putih lengan panjang yang di kancing hingga ke
atas serta rok span panjang sebetis -
dan tentu saja dengan rambut yang di gelung rapi membentuk konde kecil turun dari dalam mobil
tersebut tanpa rasa bersalah di wajahnya.
Oh Yeah. Wanita dan cara mereka mengemudi !
“ Yay ! Agassi, apakah anda bisa mengemudi ? “,
tanya Yonghwa tapi wanita tersebut hanya menatapnya dengan pandangan ‘memang gue pikirin’
“ Ne, tapi sepertinya anda tidak parkir dengan
benar “, jawabnya acuh sambil berjalan membuat Yonghwa jengkel.
“ Yay ! Kau mau kemana ? Salah parkir ?! Bagaimana
dengan bemper mobilku ini ? “.
Wanita tersebut berhenti lalu berbalik. “ Lihat
garis putih batasan parkir itu , andalah yang melewati batas “.
“ Tapi bukan berarti anda bisa berlalu begitu saja
dan tidak mempertanggung jawabkan perbuatan anda. Lihat apa yang telah anda
lakukan pada mobil saya “.
“ Tuan, saya sudah memarkir mobil saya dengan
benar, tidak melewati garis dan keempat bannya mengarah ke depan, andalah yang
salah karena tidak parkir dengan benar. Seharusnya anda berterima kasih karena
saya sudah mengembalikan mobil anda ke tempat parkir yang benar yang tidak
melewati batas garis “.
Kesal Yonghwa mengumpat dalam hati lalu, “ Wanita
memang tidak pernah mau kalah. Pokoknya anda harus membayar ganti rugi atau saya
akan menuntut anda ! “.
“ Ohh saya takut sekali “, katanya dengan nada
mengejek. “ Silakan saja ! “. Katanya sambil berlalu meninggalkan Yonghwa
berjalan menuju ke arah lift.
Sialan !! Umpat Yonghwa sambil menendang ban mobil
wanita tersebut. Dia kemudian membuka mobilnya mengeluarkan jas yang di
simpannya di jok belakang lalu mengejar wanita tersebut. Sayang sekali saat dia
tiba di depan lift, pintu lift baru saja tertutup.
Sialan !!!
♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥
2 komentar
Write komentaruwaaaaa.. ceritanya lebih seruuu.. :ng :ng
ReplyYee,,finally chapter one,,ditunggu selanjutnya eonni,,fighting
ReplyPlis, masukan dan saran kami harapkan dari anda. Silakan komentar EmoticonEmoticon