#SupportYongseo2017

#SupportYongseo2017

YONGSEO ALWAYS FOREVER

YONGSEO ALWAYS FOREVER

WE GOT TIED. CHAPTER 4

" Maaf Tuan Jung, anda harus ikut dengan kami sekarang !! "
Enam orang pria berjas lengkap hitam menghalangi langkah Yonghwa yang sedang berjalan ke mobilnya. Dengan kacamata hitam mereka terlihat seperti sekumpulan mafia. Yonghwa mengerutkan dahinya, dia merasa tidak pernah ada urusan dengan mafia atau sejenisnya. Ada apa ini ?
Yonghwa melipat kedua tangannya di dada dengan posisi siaga. Siapapun mereka sepertinya mereka sudah terlatih dan profesional. 
" Ada apa ini ? ", tanya Yonghwa.
" Maaf Tuan Jung kami hanya di perintahkan untuk membawa anda bukan untuk menjelaskan ada apa. Sebaiknya anda ikut dengan kami atau kami harus bertindak kasar "

" Apakah kalian mengancam saya ? ", tanya Yonghwa masih berusaha untuk tenang. Keenam orang didepannya sudah menghalanginya untuk menjemput Lily. Dan Yonghwa merasa sedikit kesal. " Saya sedang ada urusan penting ", kata Yonghwa sambil melangkah tapi semakin dihalang oleh mereka.

" Tuan Jung jangan memaksa kami untuk bertindak kasar. Urusan anda bisa menunggu. Nyonya besar ingin bertemu dengan anda sekarang ", nada suara salah satu dari mereka mulai terdengar kasar.
" Siapa nyonya besar kalain ? ", tanya Yonghwa masih berkeras tidak mau mengikuti keinginnan mereka. " Lebih baik kalian minggir karena kalian telah menghalangi jalan saya ".
Yonghwa lalu melangkah maju tapi baru selangkah dia lalu di cekal dari belakang dan dipaksa untuk masuk ke dalam sedan hitam. Yonghwa memberontak tapi tenaga keenam orang tersebut bukan tandingannya. Mau tidak mau dia terpaksa harus mengikuti mereka.
Ada apa ini, pikir Yonghwa. Dia merasa selama ini dia tidak pernah berhubungan dengan kelompok mafia manapun ataupun mungkin salah satu konglomerat besar di Seoul. Mengapa tiba-tiba seorang nyonya besar ingin bertemu dengannya. Yonghwa memutuskan untuk lebih baik diam dan menunggu. Menunggu sampai dia bertemu dengan sang nyonya besar, siapapun itu. 
Mobil sedang tersebut lalu berhenti disalah satu bangunan klasik. Yonghwa merasa heran. Dia mengira dia akan di bawa ke sebuah rumah mewah dengan puluhan penjaga untuk bertemu dengan sang nyonya besar tapi melihat bangunan tersebut Yonghwa merasa mereka sedang berada di cemetary, bangunan pemakaman lebih tepatnya pemakaman keluarga.
Yonghwa lalu di bawa ke sebuah bangunan yang penuh dengan photo-photo di dinding. Dan di depan alah satu photo tersebut Yonghwa melihat sesosok wanita paruh baya berambut putih dengan tongkat di tangannya sedang berdoa. Mereka lalu meninggalkan mereka berdua di sana. 
" Dia adalah cucu kesayangan saya, penerus satu-satunya dinasti keluarga Hwang. Dia meninggal hampir lima tahun yang lalu ", akhirnya perempuan tersebut membuka suara. Pandangannya tetap tertuju ke arah photo seorang gadis yang cantik yang sedang tersenyum.
" Saya turut berduka cita Nyonya ", kata Yonghwa. Wanita tersebut terdiam.
" Bukan itu maksud saya memanggil anda kemari Tuan Jung ", katanya sambil berbalik menghadap ke arah Yonghwa. Pandangan matanya tajam mengamati Yonghwa. Yonghwa berharap pakaiannya kali ini cukup pantas karena tadi dia terburu-buru untuk segera menjemput Lily.
" Saya memamnggil anda ke mari adalah untuk meminta anda mengembalikan cucu saya ", katanya kemudian. Cucu ? 
" Nyonya, anda mengatakan cucu anda meninggal hampir lima tahun yang lalu dan sekarang anda memanggil saya datang kesini dengan paksa menyuruh saya mengembalikan cucu anda ", kata Yonghwa sambil tertawa " Saya bukan Tuhan, nyonya. Saya bukan orang yang bisa menghidupkan orang yang sudah meninggal. anda benar-benar membuat saya tertawa, anda ternyata pandai melucu ".
" Tuan Jung, saya meminta anda mengembalikan cucu saya yang sekarang bersama anda ", tegasnya lagi. Yonghwa bisa melihat tangan wanita tersebut bergetar memegang tongkatnya. Sepertinya berusaha menahan amarahnya.
" Ohh Nyonya anda sedang menakuti saya ? ", sambil berkata Yonghwa lalu memutar badannya sambil melihat ke kiri dan kekanan seakan sedang mencari sesosok hantu yang sedang mengikutinya " Tadi anda meminta saya mengembalikan cucu anda sekarang anda bilang cucu anda bersama saya. Wow apakah roh cucu anda sedang bersama saya sekarang ? "
" Nyonya mungkin anda sudah mulai pikun. Anda menyuruh anak buat anda menyeret saya kemari dan anda bicara tentang hal tidak masuk akal. Saya rasa saya sudah cukup mendengarkan anda. Saya punya urusan lain yang harus saya kerjakan. Saya tidak mengenal cucu anda apalagi berhubungan dengan cucu anda. Jadi saya permisi ", kata Yonghwa sambil berbalik dan melangkah kearah pintu.
" Saya sedang berbicara tentang Lily, Tuan Jung Yong Hwa ".
Langkah Yonghwa otomatis terhenti. Lily. apa hubungan Lily dengan wanita ini.
" Saat ini cucu saya sedang bersama anda. Dia adalah anak Joo Eun cucu saya. Dan saya ingin anda menyerahkan anak tersebut kepada saya ", 
Yonghwa membalikkan badanmya. Pandangannya tertuju kepada photo yang ada di dinding. Jadi itu ibu Lily. mereka memiliki kemiripan, senyumnya persis seperti senyum Lily.
" Anda meminta saya menyerahkan Lily kepada anda, karena dia adalah cucu buyut anda. Jadi itu maksud anda bertemu dengan saya. Seharusnya anda mengatakan hal itu dari tadi sehingga saya tidak perlu merasa takut hingga bulu kuduk saya merinding karena mengira arwah cucu anda sedang bersama saya ", kata Yonghwa sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong celana jeansnya. Perlahan dia melangkah kearah wanita tersebut.
" Nyonya Hwang, apa yang membuat anda begitu yakin saya akan menyerahkan Lily kepada anda ? Apakah karena dia adalah cucu kandung anda sehingga anda merasa berhak atasnya ? ataukah karena di keluarga anda sudah tidak ada lagi penerus ? Nyonya anda tidak akan bisa mengambilnya dari saya ", tegas Yonghwa sambil menatap wanita didepannya.
" Tuan Jung Yong Hwa, saya sudah memiliki semua data tentang anda. Anda seorang idol, leader dari sebuah grup band yang saat ini sedang menanjak. Anda juga seorang aktor walaupun tidak banyak dari drama yang anda hits dengan rating tertinggi tapi saya tahu anda cukup diandalkan saat ini. Anda mempunyai apartemen yang wah, mobil yang mahal dan tawaran dimana-mana. Anda tentu tidak ingin sebuah skandal menghancurkan apa yang sudah anda miliki saat ini bukan ? ". 
" Anda sedang mengancam saya Nyonya Hwang ? ", tanya Yonghwa 
" Saya tidak mengancam anda Tuan Jung Yong Hwa ", jawabnya.
" Tapi saya melihat itu adalah sebuah ancaman Nyonya Hwang ", kata Yonghwa 
" Saya tidak mengancam anda, tapi saya bisa melakukan apa saja untuk merebut Lily dari anda, dan menciptakan sebuah skandal bukanlah hal yang sulit ", nada ancaman jelas terdengar dari suaranya yang tegas. 
" Anda seorang Idol, mungkin saja akan ada sasaeng yang akan membahayakan diri anda dan cucu saya. saya tidak melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang baik untuk pertumbuhan mental dan kejiwaan Lily "
" Oh jadi sekarang Nyonya hwang adalah seorang psikolog ? ", kata Yonghwa. " Anda boleh melakukan apa saja Nyonya Hwang tapi saya tidak akan memberikan hak asuh Lily kepada anda ".
" Tuan Jung Yong Hwa apakah anda begitu egois ? Anda seorang leader. Anda punya 3 orang yang juga akan ikut terseret dalam skandal anda. Anda tentu tidak ingin ketiga dongsaeng anda mengalami hal yang tidak mereka inginkan. Dan ingat Tuan Jung anda tidak dalam kapasitas sebagai orang yang cocok mengasuh seoranga anak di bawah umur karena anda sendiri belum menikah. Undang-undang jelas mengatakan hal tersebut ".
" Ahh dan sekarang anda menjadi seorang hakim yang tiba-tiba tahu semua hukum dan pasal-pasal tentang hak asuh. Wow Nyonya Hwang !! ".
" Tuan Jung Yonghwa anda mungkin menganggap hal ini adalah sebuah lelucon. Tapi ini bukan lelucon dan saya tidak sedang berusaha membuat anda tertawa. Sebaiknya anda pikirkan masak-masak apa yang saya katakan pada anda hari ini. Anda sedang bermain-main dengan masa depan orang lain. Ingatlah itu. Saya akan memastikan hak asuh Lily akan jatuh ke tangan saya dengan apapun caranya, dan pada saat itu terjadi saya ingin melihat apakah anda masih bisa tertawa dan menganggap semua ini adalah lelucon ", kata Nyonya Hwang sambil melangkah keluar.
" Nyonya Hwang ", panggil Yonghwa sambil tetap membelakanginya " anda bisa mengancam saya apa saja, anda bisa menciptakan skandal apa saja. Saya mungkin egois dan akan kehilangan semua yang saya miliki dan apa yang sudah saya dapatkan. Saya mungkin egois karena demi seoranga anak kecil saya akan menghancurkan masa depan dongsaeng saya dan juga band saya ataupun management saya. Tapi satu hal yang anda harus ingat, silakan anda renggut semua yang saya miliki tapi anda tidak akan bisa mengambil janji yang sudah saya berikan kepada sahabat saya. Saya sudah berjanji kepadanya dan sampai kapanpun saya akan menepati janji tersebut tidak peduli apa pun yang akan terjadi pada saya. Dan satu hal lagi Nyonya Hwang, dengan menghancurkan reputasi saya anda akan menambah rasa kebencian yang teramat dalam pada diri Lily. Dia hanya akan membenci anda seumur hidupnya ".
" Dan sekarang saya berpikir, jangan-jangan kecelakaan yang menyebabkan kematian sahabat saya Henry ada hubungannya dengan anda.  Anda mengibarkan bendera perang kepada saya Nyonya Hwang dan saya tidak akan gentar walaupun saya harus melawan anda hingga tetes darah terakhir. Lily tidak akan pernah saya serahkan kepada anda sampai kapanpun !! " kata Yonghwa dengan tegas. 
Nyonya Hwang melanjutkan langkahnya keluar, Yonghwa dapat mendengar dengan jelas suara hentakan tongkatnya di lantai. Sesaat kemudia dia mendengar suara pintu terbuka dan ditutup. Yonghwa menarik napas panjang dan menghembuskannya keras-keras. Wow Yonghwa ternyata kamu sangat hebat, puji Yonghwa dalam hati.
Yonghwa lalu melangkah mendekati dinding dimana photo Ibu Lily tertempel. Yonghwa tidak pernah menyangkla seorang anak konglomerat kaya raya di seoul bisa jatuh cinta pada sahabatnya henry yang hanya berasal dari keluarga biasa. Seperti sebuah dongeng saja, sayang dongeng ini berakhir tragis tidak seperti dongeng-dongeng lainnya yang biasa dia dengar dari cerita Ibunya saat kecil. Happily ever after...........
Hwang Joo Eun ternyata itu nama sebenarnya dari ibu Lily. Cantik dan terlihat masih sangat muda dan senyum dan matanya sangat mirip dengan Lily. Bila memang apa yang menimpa Henry adalah bagian dari rencana busuk mereka, tandanya dia juga harus mulai waspada akan keselamatan Lily dan tentu saja dirinya. ancaman itu Yonghwa yakin bukanlah bualan semata. Dia tahu dengan kekuasaan dan uang apapun bisa mereka lakukan demi mendapatkan apa yang mereka inginkan.
" Joo Eun ", bisik Yonghwa. " Saya tidak tahu apa yang telah terjadi pada kalian berdua. tentu sangat susah bagimu untuk mempertahan cinta kalian berdua. Sekarang saya yakin kalian berdua telah bersatu di surga. Tolong bantu saya demi Lily. Beri saya kekuatan untuk melindungi putri kalian, karena saya yakin saya akan sangat membutuhkan hal tersebut. Help me juseyo Joo Uen ssi ". Yonghwa lalu memanjatkan doa lalu beranjak dan berjalan keluar. 
Ottokeyo, apa yang harus saya lakukan. Yang pasti saya harus memberitahukan hal ini kepada Jonghyun, Minhyuk dan Jungshin. Yonghwa tahu dongsaengnya tersebut akan selalu mendukungnya tapi diapun tak bisa egois dan membahayakan karier mereka bertiga. Yonghwa memandang langit yang terlihat mendung. apa yang harus aku lakukan Tuhan, bisiknya..........
Henry my friend, you really good to pick me for this. Jongmal. Gwenchanayo I'll be fine. And I will make sure no one will take Lily from him no matter what the risk he must face.
Yonghwa melangklah keluar halaman cemetery tersebut menyetop taksi yang kebetulan lewat di depannya. Saat ini dia harus segera menjemput Lily dan dia sudah terlambat dua jam dari apa yang sudah dia janjikan kepada Seohyun di telepon. Dan dia juga sangat merindukan Lily. Yah dia telah jatuh cinta dan menyayangi anak tersebut. I got tied with her.


Dont Miss it 



Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
Unknown
AUTHOR
22 Desember 2015 pukul 01.56 delete

Omooooo..it made me scared..
The Cruel haelmeonie.. -_-"

Reply
avatar

Plis, masukan dan saran kami harapkan dari anda. Silakan komentar EmoticonEmoticon

Nothing But Yongseo ♥

Nothing But Yongseo ♥