Kurang 15 menit jam 5 mereka sudah sampai di apartemen Jonghyun. Sebuah kompleks apartemen yang juga mewah sama seperti milik Yonghwa. Yonghwa membawa pot yang berisi pohon kecil untuk Jonghyun sementara Seohyun menggandeng tangan Lily dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya membawa keranjang belanjaan yang berisi buah-buahan.
Yonghwa membunyikan bel dan saat pintu terbuka wajah Jungshin muncul dibaliknya, senyum jahil tersungging di wajahnya.
" Wah Hyung, kalian benar-benar seperti satu keluarga ", kata Jungshin sambil mempersilahkan mereka masuk.
" Uncle Jungshin !! ", Lily menyerbu masuk dan langsung melompat ke dalam pelukan Jungshin. Jungshin lalu menggendongnya dan membawanya masuk sambil menggodanya membuat Lily tertawa terpingkal-pingkal.
Seohyun melangkah masuk. Apartemen Jonghyun cukup besar, interiornya berkesan natural dengan perabotan kayu yang banyak menghias isi rumah. Jonghyun muncul dari salah satu ruangan dengan memakai celemek dan langsung menyapa mereka. Sementara Minhyuk yang tadinya duduk santai di sofa beranjak dan mengambil keranjang bawaan Seohyun dan membawanya masuk ke dapur.
Yonghwa duduk di salah satu sofa dan menyuruh Seohyun untuk duduk. Minhyuk kemudian bergabung bersama mereka.
" Bagaimana kabarnya Hyungsunim ? ", tanya Minhyuk kepada Seohyun " Apakah Hyung berrsikap baik dan tidak menyebalkan ? ". Seohyun tersenyum.
" Hey Minhyuk aahhh ", tegur Yonghwa dan Minhyuk hanya tertawa.
" Sejauh ini dia masih bersikap baik ", jawab Seohyun.
" Hey, aku ini memang baik ", kata Yonghwa
" Apanya yang baik ? ", tanya Jungshin yang baru saja datang dan langsung duduk di samping Seohyun, napasnya sedikit terengah-engah habis kejar-kejaran dengan Lily. Yonghwa sedikit tidak nyaman melihatnya duduk disebelah Seohyun.
" Kata Hyungsunim, Hyung sejauh ini bersikap baik ", kata Minhyuk menjawab pertanyaan Jungshin.
" Jinjja ? Hyung ? ", kata Jungshin sambil memandang tidak yakin ke arah Yonghwa. " Rasanya sulit dipercaya ", lanjutnya sambil tertawa. Yonghwa tidak bergeming.
" Sebaiknya kalian berdua pergilah membantu Jonghyun di dapur atau kita akan makan malam terlambat ", kata Yonghwa kepada Jungshin dan Minhyuk.
" Biar aku saja yang membantunya ", kata Seohyun sambil berdiri. " Kalian disini saja ".
" Sebaiknya tidak usah, Seohyun ", kata Yonghwa
" Tidak apa-apa, mungkin aku bisa belajar dengan membantunya memasak ", kata Seohyun sambil melangkah menuju ke dapur meninggalkan Yonghwa yang menatapnya dengan pandangan tak suka. Sebaiknya Seohyun tidak terlalu dekat dengan Jonghyun aahhh........
" Hyung, bagaimana rasanya punya istri ? ", tanya Jungshin sedikit menggoda sambil menggerak-gerakkan alisnya.
" Jungshin ahhh, tentu saja menyenangkan. Iya kan Hyung ?? ", Minhyuk ikut-ikutan menggoda.
" Kalian berdua tidak punya kerjaan lain ? ", Yonghwa balas bertanya dengan nada sok acuh sambil meraih salah satu majalah yang tergeletak di meja.
" Semua sudah kami selesaikan sebelum kalian datang ", jawab Minhyuk
" Yeah, everything is done ha ha ha ", Jungshin membenarkan.
" Kalau begitu lebih baik kalian diam atau bermain bersama Lily ", kata Yonghwa kali ini sambil membuka lembaran-lembaran majalah yang dipegangnya. Konsentrasinya terfokus pada apa yang sedang terjadi di dapur. Rasanya dia tidak rela membiarkan Seohyun berdua dengan laki-laki lain walaupun itu Jonghyun.
Minhyuk dan Jungshin saling berpandangan dan diam-diam tertawa. Mereka bisa melihat dengan jelas raut muka Yonghwa yang sedang tidak tenang.
" Hyung, kau menyukai Seohyun ya ? ", tanya Minhyuk setelah beberapa lama diam.
" Seohyun is perfect, cantik, tinggi, baik hati, wanita karier, seksi. Pastilah Hyung menyukainya ", kata Jungshin " Actually everybody will love her ", katanya lagi.
" Hm, betul juga ", kata Minhyuk sambil menganggukkan kepalanya.
" Hyung, tapi dia sekarang sedang berdua Jonghyun di dapur, apakah kau tidak takut ? ", tanya Jungshin kembali terdengar menggoda.
" Jonghyun pasti bisa membuat Seohyun tertawa, diakan jago mengambil hati wanita ", kali ini Minhyuk yang menggodanya dan keduanya langsung tertawa bersamaan.
Yonghwa sedikit terusik dengan candaan kedua dongsaengnya. Tapi dia berusaha terlihat wajar dan biasa saja. Jujur saat ini dia sedang memikirkan hal yang sama. Jonghyun selalu bisa mengambil hati siapapun dengan candaannya, dan sekarang dia mungkin akan mengambil hati Seohyun dengan keahliannya memasak. Heol, mengapa dia berpikiran seperti ini. Seohyun bukan siapa-siapanya, mengapa dia harus memusingkan hal tersebut.
Dapur apartemen Jonghyun terbilang wah dan sangat lengkap, sepertinya dia memang suka memasak. Itu pikiran yang merasuk di benak Seohyun saat melangkah masuk ke dalam dapur.
" Bisa saya bantu ? ", tanya Seohyun saat melihat Jonghyun sedang sibuk mengaduk-aduk sesuatu. Jonghyun yang tidak menyadari kedatangan Seohyun kaget dan berbalik.
" Tidak usah, saya biasa melakukan ini ", jawab Jonghyun.
" Tidak apa-apa, mungkin saya sekalian bisa belajar memasak ", kata Seohyun.
" Baiklah, tapi aku ambilkan celemek dulu ya, biar bajumu tidak kotor ". Sambil berkata Jonghyun berjalan ke sudut dapur dan membuka lemari kecil lalu mengeluarkan gulungan celemek dan menyerahkannya kepada Seohyun. Seohyun lalu memakainya.
" So, apa yang harus saya kerjakan ? ", tanya Seohyun.
" Bagaimana kalau kau membantuku mengupas kentang dan memotong-motongnya untuk steak ? ", jawab Jonghyun sambil menunjuk keranjang berisi kentang di atas meja.
Seohyun mulai mengupas kentang sesuai petunjuk Jonghyun. Ini bukan hal baru karena dia sering melakukannya bila membantu Ibunya di dapur. Sebentar saja dia sudah selesai mengupasnya.
" Ada lagi yang bisa aku bantu ? ", tanya Seohyun
" Wah sudah selesai ya ? Sepertinya kamu sudah biasa melakukannya ", kata Jonghyun terlihat terkesan.
" Sebenarnya ini adalah tugas yang biasa aku kerjakan saat membantu Mama di dapur. Bisa dibilang aku sudah ahli ", kata Seohyun sambil tertawa kecil.
" Apakah kau bisa memasak spagetti, Seohyun ? ", tanya Jonghyun. Seohyun mengangguk.
" Apakah spagetti termasuk ke dalam menu kita malam ini ? " tanya Seohyun.
" Sebenarnya tidak, tapi spagetti adalah salah satu kesukaan Yonghwa, dan sepertinya masih ada persediaan spagetti. Apakah kau bisa memasakkan spagetti untuk kami ? ", tanya Jonghyun.
" Ok, selama kau punya bawang bombay, wortel, jamur, udang, krim dan keju ", jawab Seohyun. Jonghyun lalu berjalan ke kulkas dan mengeluarkan semua yang Seohyun sebutkan tadi dan meletakkannya di meja dapur. Seohyun langsung terkesan.
" Wah ", ucap Seohyun.
" Bahan semuanya ada madam, silakan ", kata Jonghyun sedikit bercanda membuat Seohyun tertawa.
" Baiklah, Chef Seohyun akan mulai beraksi ", kata Seohyun sambil menirukan gaya salah satu pembawa acara masak di TV dan kemudian keduanya lalu tertawa.
Yonghwa sangat terganggu dengan suara tawa dari arah dapur. Pikirannya benar-benar sedang mengkhianatinya. Saat ini rasanya dia ingin berdiri dan berjalan ke dapur melihat apa yang sedang mereka lakukan di sana. Pikirannya bahkan menyuruhnya untuk mengacak-acak muka Jonghyun dan membantingnya ke lantai sekeras mungkin tapi Seohyun akan merasa aneh bila melihatnya melakukan itu dan tentu saja dongsaengnya akan terus menjadikannya bahan ejekan untuk dirinya. Andwei, Jungshin chaeriyo Yonghwa sshi !!!
" Jungshin, pergilah ke dapur bantu mereka, aku sudah sangat lapar ini " ucap Yonghwa sambil memegang perutnya. Jungshin yang mendapat perintah lalu berdiri dan berjalan ke dapur sambil berkata ", Aigoo hyung, bilang saja aku disuruh memata-matai mereka sedang apa ". Dan Minhyuk tergelak tidak dapat lagi menahan tawanya hingga Yonghwa harus melemparkannya majalah yang sedang di bacanya untuk membuatnya berhenti.
" Hyung, you so funny !! ", kata Minhyuk " Seharusnya kamu ke sana berpura-pura haus dan ingin minum jangan menyuruh Jungshin ", kata Minhyuk lagi, Yonghwa hanya bisa melotot padanya.
" Diamlah ! ", kata Yonghwa. Minhyuk kembali tertawa dan dia lalu berdiri mengajak Lily bermain game bersamanya di ruang nonton. Lebih baik membiarkan Yonghwa sendiri daripada harus di sana dan membuatnya mati tertawa. Hyung is too obviously !
Baru kali ini Yonghwa merasa aneh dengan dirinya sendiri. Kenapa dia harus merasa cemburu. Cemburu !! Apakah dia sudah jatuh cinta pada Seohyun ? Kenapa harus cemburu ? Tidak bisa, dia tidak boleh jatuh cinta pada Seohyun, dan dia juga harus menghentikan rasa cemburu ini. Sebaiknya dia bersikap wajar dan biasa saja. Tapi dia benar-benar tidak menyukai suara tawa mereka berdua. Ootokeyo ?
" Hey kalian berdua apa yang bisa aku bantu ? ", tanya Jungshin saat memasuki dapur. " Hyung sudah sangat lapar ".
Jungshin langsung mendekati Jonghyun dan berbisik " Hyung sebaiknya kau jangan berlama-lama memasak berdua Hyungsunim, ada yang cemburu di ruang tengah ". Jongshyun otomatis tertawa mendengar bisikan Jungshin dan membuat Seohyun menatap mereka dengan penuh tanda tanya.
" Ada apa ? ", tanya Seohyun. Jungshin dan Jonghyun hanya menggeleng.
" Tidak ada apa-apa, Jungshin cuma sudah sangat lapar sampai perutnya bisa bernyanyi rock saking laparnya ", jawab Jonghyun sambil menyenggol Jungshin.
" Nei, aku sangat lapar ", kata Jungshin sambil memasang muka memelas membuat Seohyun tertawa.
" Spagettinya sudah hampir siap ", kata Seohyun sambil memasukkan parutan keju ke dalam Spagettinya. " Selesai ! ", katanya lagi sambil mematikan kompor.
" Yeah, spagetti, I love spagetti, thank you hyungsunim. Biar aku ambilkan mangkoknya ", kata Jungshin sambil membuka salah satu lemari dapur dan mengeluarkan mangkok saji yang besar lalu meletakkannya di meja dapur.
Beberapa menit kemudian Jungshin sudah bolak balik membawa semua makanan ke meja makan. Menyiapkan piring dan kelengkapan lainnya, sementara Jonghyun dan Seohyun mulai merapikan alat-alat dapur yang tadi mereka gunakan serta membersihkan meja dan kompor.
" Terima kasih atas bantuannya hyungsunim " kata Jonghyun kepada Seohyun. Seohyun hanya menggelengkan kepalanya.
" Animmida, saya senang bisa membantu ".
" Kalau begitu mari kita makan ", kata Jonghyun sambil mengajak Seohyun menuju ke ruang makan tepat di samping dapur. Di ruang makan semua sudah berkumpul mengelilingi meja makan. Kelihatannya mereka semua sudah begitu lapar. Jonghun mengambil tempat di sebelah Jungshin sehingga Seohyun mau tidak mau harus duduk tepat disebelah Yonghwa dan Lily.
" Thank you for the food. Mari kita makan " kata mereka hampir bersamaan.
" Hyung, Seohyun memasakkan spagetti special khusus untukmu ", kata Jonghyun sambil menunjuk semangkok spagetti di atas meja.
" Betulkah ? ", tanya Yonghwa sambil memalingkan wajahnya ke arah Seohyun.
" Nei ", jawab Seohyun sedikit tersipu malu. Dan demi apapun, Yonghwa sangat suka melihat Seohyun tersipu seperti itu.
" Boleh ambilkan untukku ? ", tanya Yonghwa sambil mengulurkan piringnya dan Seohyun dengan senang hati menerimanya dan mulai mengisinya dengan spagetti lalu memberikan piring tersebut kembali kepada Yonghwa.
" Khamsamida ", kata Yonghwa
" Lily juga mau spagetti ", kata Lily sambil menunjuk piringnya. Seohyun tersenyum lalu mulai mengisi piring Lily dengan spagetti
" Aku juga mau dong " kata Minhyuk
" Kau kan bisa mengambilnya sendiri ", kata Yonghwa sambil mengulurkan mangkok spagetti ke arah Minhyuk membuat Jungshin dan Jonghyun tertawa.
Seohyun menyukai suasana ini, dia merasa sedang berkumpul dengan keluarganya sendiri. Mereka berempat begitu akrab, saling menggoda membuat Seohyun tertawa. Seohyun senang karena tak satupun dari mereka menganggapnya orang asing. Mereka bahkan berlomba-lomba menarik perhatiannya. Mungkin setelah semua masalah ini berakhir, ini adalah salah satu kenangan yang akan Seohyun ingat selamanya..
Selesai makan Seohyun membawa Lily ke kamar mandi. Spagetti membuat baju Lily kotor dan Seohyun harus menggantinya dengan baju yang bersih sekalian membersihkan wajahnya. Minhyuk mendapat tugas membersihkan meja dan sekaligus mencuci piring di bantu dengan Jungshin.
Jonghyun keluar dari dapur membawa 2 kaleng minuman ringan, dia melangkah mendekati Yonghwa yang sedang berada di ruang musik tempat dia menyimpan semua koleksi gitarnya. Yonghwa nampak sedang memainkan salah satu gitar akustik miliknya. Jonghyun lalu menyodorkan satu kaleng soft drink tersebut kepadanya.
" Bagaimana kabarmu Hyung ? Maksudku kabar tentang masalah pengasuhan Lily ", tanya Jonghyun sambil duduk di salah satu kursi dan meraih gitarnya.
" Sepertinya sedang berjalan. Pagi tadi Youmi menelponku katanya dia berhasil membujuk Nyonya Hwang untuk tidak memperkarakan masalah pengasuhan anak ini sampai ke Pengadilan, tapi katanya Nyonya Hwang akan menunggu kabar dari dinas sosial yang akan berkunjung ke apartemen ", jawab Yonghwa sambil meminum soft drinknya
" Kapan petugas itu akan datang ? ".
" Kata Youmi sih kemungkinan lusa "
" Semoga semuanya cepat selesai, sebelum management tahu tentang semua ini. Kita berdua tahu bagaimana ketatnya aturan di management kita kan ? ".
" Yah, aku juga berharap ini semua cepat selesai dan semua kembali berjalan normal. Aku mungkin harus mulai mencari pengasuh baru buat Lily sebelum Bibi Chun kembali ".
" Bagaimana dengan Seohyun ? ".
" Maksudmu ? ".
" Yah, bagaimana dengan Seohyun ? Aku lihat Seohyun sangat dekat dengan Lily dan demikian juga sebaliknya Lily sangat menyayangi Seohyun. Tentu akan berat bagi keduanya untuk berpisah saat semua masalah ini selesai ", kata Jonghyun membuat Yonghwa terdiam.
Apa yang akan terjadi nanti saat Lily harus berpisah dengan Seohyun ? Seharusnya Yonghwa memikirkan hal tersebut. Tentu akan berat bagi Lily bila harus jauh dari Seohyun.Mungkin Lily menganggap Seohyun seperti ibunya sendiri, apalagi sejak kecil dia memang tidak pernah merasakan kasih sayang seorang Ibu. Tentu akan sangat menyedihkan harus memisahkan mereka berdua.
" Hyung, bagaimanapun kau tetap harus memikirkan perasaan mereka berdua ", kata Jonghyun
" Ya, pasti akan sangat berat. Itulah mengapa aku menginginkan hal ini cepat selesai, sehingga Lily tidak akan terlalu terikat dengan Seohyun. Rasanya tidak enak membebani Seohyun dengan semua masalah ini. Dia juga mungin rindu dengan kehidupannya dan apartemennya ", kata Yonghwa sambil mulai memainkan gitar yang di pegangnya.
Jonghyun lalu mulai mengikuti irama petikan gitar Yonghwa sebentar saja keduanya sudah asyik memainkan gitar dan terlihat begitu menikmatinya. Love Revolution kemudian mereka mainkan dan Yonghwa mulai bernyanyi bergantian dengan Jonghyun.
" Apakah kau menyukai Seohyun, Hyung ? ", tanya Jonghyun saat mereka selesai melakukan jamming bersama.
" Aku menyukainya, dia sangat baik ", jawab Yonghwa
" Maksudku apakah kau menyukainya lebih dari suka ? ", tanya Jonghyun lagi. Yonghwa diam dan kembali memainkan gitarnya.
" Entahlah ", jawabnya setelah beberapa saat. " Tapi sebaiknya aku tidak menyukainya lebih dari itu " kata Yonghwa lagi
" Memangnya kenapa Hyung ? Saat ini kan kau tidak sedang dekat dengan siapapun. Dan kalaupun kau menyukainya itu wajar karena kau mempunyai hati. Seohyun is a lovable person, semua orang akan bisa dan mudah jatuh cinta padanya, dan itu termasuk dirimu. Itu hal yang normal ", kata Jonghyun.
" Tapi sebaiknya tidak. Aku tidak ingin dia menjadi bulan-bulanan hujatan para netizen dan para fans fanatik. Aku tidak ingin membuatnya terluka karena kata-kata kasar atau bahkan terganggu dengan sorotan media yang akan memburunya untuk sebuah berita. Aku tidak siap melihatnya seperti itu. Sekarang aku hanya akan fokus pada masalah ini dan berharap semuanya akan berakhir sehingga aku bisa kembali ke kehidupanku seperti yang dulu. Dan Seohyun juga bisa kembali ke kehidupannya sendiri. Begitu akan lebih baik, jauh lebih baik ", kata Yonghwa.
Seohyun mendengar perkataan Yonghwa dari balik pintu yang tidak tertutup rapat. Seohyun merasa sedih. ternyata dia telah membuat kehidupan Yonghwa menjadi tidak menyenangkan. Kehadirannya di apartemen adalah sebuah ketidaknyamanan bagi Yonghwa. Seohyun mendesah, semoga semua ini cepat selesai dan dia bisa meninggalkan apartemen, meninggalkan Yonghwa dan Lily, kembali ke apartemennya yang kecil namun nyaman dan kembali ke kehidupannya sebelum bertemu dengan mereka. Dan yang pasti mengembalikan kenyamanan hidup pada Yonghwa.
Seohyun tahu dia hanyalah orang asing dan ada saat dimana dia harus berlalu. Seohyun menarik napas dan menghembuskannya perlahan. Dibalikkannya badannya berjalan menuju dapur, Lily sudah tertidur di sofa karena kenyang dan kecapean, jadi mungkin sebaiknya dia membantu Minhyuk dan Jungshin membereskan semua di dapur.
Semoga semuanya cepat selesai.............................
Dont Miss it
WE GOT TIED CHAPTER 9
Yonghwa membunyikan bel dan saat pintu terbuka wajah Jungshin muncul dibaliknya, senyum jahil tersungging di wajahnya.
" Wah Hyung, kalian benar-benar seperti satu keluarga ", kata Jungshin sambil mempersilahkan mereka masuk.
" Uncle Jungshin !! ", Lily menyerbu masuk dan langsung melompat ke dalam pelukan Jungshin. Jungshin lalu menggendongnya dan membawanya masuk sambil menggodanya membuat Lily tertawa terpingkal-pingkal.
Seohyun melangkah masuk. Apartemen Jonghyun cukup besar, interiornya berkesan natural dengan perabotan kayu yang banyak menghias isi rumah. Jonghyun muncul dari salah satu ruangan dengan memakai celemek dan langsung menyapa mereka. Sementara Minhyuk yang tadinya duduk santai di sofa beranjak dan mengambil keranjang bawaan Seohyun dan membawanya masuk ke dapur.
Yonghwa duduk di salah satu sofa dan menyuruh Seohyun untuk duduk. Minhyuk kemudian bergabung bersama mereka.
" Bagaimana kabarnya Hyungsunim ? ", tanya Minhyuk kepada Seohyun " Apakah Hyung berrsikap baik dan tidak menyebalkan ? ". Seohyun tersenyum.
" Hey Minhyuk aahhh ", tegur Yonghwa dan Minhyuk hanya tertawa.
" Sejauh ini dia masih bersikap baik ", jawab Seohyun.
" Hey, aku ini memang baik ", kata Yonghwa
" Apanya yang baik ? ", tanya Jungshin yang baru saja datang dan langsung duduk di samping Seohyun, napasnya sedikit terengah-engah habis kejar-kejaran dengan Lily. Yonghwa sedikit tidak nyaman melihatnya duduk disebelah Seohyun.
" Kata Hyungsunim, Hyung sejauh ini bersikap baik ", kata Minhyuk menjawab pertanyaan Jungshin.
" Jinjja ? Hyung ? ", kata Jungshin sambil memandang tidak yakin ke arah Yonghwa. " Rasanya sulit dipercaya ", lanjutnya sambil tertawa. Yonghwa tidak bergeming.
" Sebaiknya kalian berdua pergilah membantu Jonghyun di dapur atau kita akan makan malam terlambat ", kata Yonghwa kepada Jungshin dan Minhyuk.
" Biar aku saja yang membantunya ", kata Seohyun sambil berdiri. " Kalian disini saja ".
" Sebaiknya tidak usah, Seohyun ", kata Yonghwa
" Tidak apa-apa, mungkin aku bisa belajar dengan membantunya memasak ", kata Seohyun sambil melangkah menuju ke dapur meninggalkan Yonghwa yang menatapnya dengan pandangan tak suka. Sebaiknya Seohyun tidak terlalu dekat dengan Jonghyun aahhh........
" Hyung, bagaimana rasanya punya istri ? ", tanya Jungshin sedikit menggoda sambil menggerak-gerakkan alisnya.
" Jungshin ahhh, tentu saja menyenangkan. Iya kan Hyung ?? ", Minhyuk ikut-ikutan menggoda.
" Kalian berdua tidak punya kerjaan lain ? ", Yonghwa balas bertanya dengan nada sok acuh sambil meraih salah satu majalah yang tergeletak di meja.
" Semua sudah kami selesaikan sebelum kalian datang ", jawab Minhyuk
" Yeah, everything is done ha ha ha ", Jungshin membenarkan.
" Kalau begitu lebih baik kalian diam atau bermain bersama Lily ", kata Yonghwa kali ini sambil membuka lembaran-lembaran majalah yang dipegangnya. Konsentrasinya terfokus pada apa yang sedang terjadi di dapur. Rasanya dia tidak rela membiarkan Seohyun berdua dengan laki-laki lain walaupun itu Jonghyun.
Minhyuk dan Jungshin saling berpandangan dan diam-diam tertawa. Mereka bisa melihat dengan jelas raut muka Yonghwa yang sedang tidak tenang.
" Hyung, kau menyukai Seohyun ya ? ", tanya Minhyuk setelah beberapa lama diam.
" Seohyun is perfect, cantik, tinggi, baik hati, wanita karier, seksi. Pastilah Hyung menyukainya ", kata Jungshin " Actually everybody will love her ", katanya lagi.
" Hm, betul juga ", kata Minhyuk sambil menganggukkan kepalanya.
" Hyung, tapi dia sekarang sedang berdua Jonghyun di dapur, apakah kau tidak takut ? ", tanya Jungshin kembali terdengar menggoda.
" Jonghyun pasti bisa membuat Seohyun tertawa, diakan jago mengambil hati wanita ", kali ini Minhyuk yang menggodanya dan keduanya langsung tertawa bersamaan.
Yonghwa sedikit terusik dengan candaan kedua dongsaengnya. Tapi dia berusaha terlihat wajar dan biasa saja. Jujur saat ini dia sedang memikirkan hal yang sama. Jonghyun selalu bisa mengambil hati siapapun dengan candaannya, dan sekarang dia mungkin akan mengambil hati Seohyun dengan keahliannya memasak. Heol, mengapa dia berpikiran seperti ini. Seohyun bukan siapa-siapanya, mengapa dia harus memusingkan hal tersebut.
Dapur apartemen Jonghyun terbilang wah dan sangat lengkap, sepertinya dia memang suka memasak. Itu pikiran yang merasuk di benak Seohyun saat melangkah masuk ke dalam dapur.
" Bisa saya bantu ? ", tanya Seohyun saat melihat Jonghyun sedang sibuk mengaduk-aduk sesuatu. Jonghyun yang tidak menyadari kedatangan Seohyun kaget dan berbalik.
" Tidak usah, saya biasa melakukan ini ", jawab Jonghyun.
" Tidak apa-apa, mungkin saya sekalian bisa belajar memasak ", kata Seohyun.
" Baiklah, tapi aku ambilkan celemek dulu ya, biar bajumu tidak kotor ". Sambil berkata Jonghyun berjalan ke sudut dapur dan membuka lemari kecil lalu mengeluarkan gulungan celemek dan menyerahkannya kepada Seohyun. Seohyun lalu memakainya.
" So, apa yang harus saya kerjakan ? ", tanya Seohyun.
" Bagaimana kalau kau membantuku mengupas kentang dan memotong-motongnya untuk steak ? ", jawab Jonghyun sambil menunjuk keranjang berisi kentang di atas meja.
Seohyun mulai mengupas kentang sesuai petunjuk Jonghyun. Ini bukan hal baru karena dia sering melakukannya bila membantu Ibunya di dapur. Sebentar saja dia sudah selesai mengupasnya.
" Ada lagi yang bisa aku bantu ? ", tanya Seohyun
" Wah sudah selesai ya ? Sepertinya kamu sudah biasa melakukannya ", kata Jonghyun terlihat terkesan.
" Sebenarnya ini adalah tugas yang biasa aku kerjakan saat membantu Mama di dapur. Bisa dibilang aku sudah ahli ", kata Seohyun sambil tertawa kecil.
" Apakah kau bisa memasak spagetti, Seohyun ? ", tanya Jonghyun. Seohyun mengangguk.
" Apakah spagetti termasuk ke dalam menu kita malam ini ? " tanya Seohyun.
" Sebenarnya tidak, tapi spagetti adalah salah satu kesukaan Yonghwa, dan sepertinya masih ada persediaan spagetti. Apakah kau bisa memasakkan spagetti untuk kami ? ", tanya Jonghyun.
" Ok, selama kau punya bawang bombay, wortel, jamur, udang, krim dan keju ", jawab Seohyun. Jonghyun lalu berjalan ke kulkas dan mengeluarkan semua yang Seohyun sebutkan tadi dan meletakkannya di meja dapur. Seohyun langsung terkesan.
" Wah ", ucap Seohyun.
" Bahan semuanya ada madam, silakan ", kata Jonghyun sedikit bercanda membuat Seohyun tertawa.
" Baiklah, Chef Seohyun akan mulai beraksi ", kata Seohyun sambil menirukan gaya salah satu pembawa acara masak di TV dan kemudian keduanya lalu tertawa.
Yonghwa sangat terganggu dengan suara tawa dari arah dapur. Pikirannya benar-benar sedang mengkhianatinya. Saat ini rasanya dia ingin berdiri dan berjalan ke dapur melihat apa yang sedang mereka lakukan di sana. Pikirannya bahkan menyuruhnya untuk mengacak-acak muka Jonghyun dan membantingnya ke lantai sekeras mungkin tapi Seohyun akan merasa aneh bila melihatnya melakukan itu dan tentu saja dongsaengnya akan terus menjadikannya bahan ejekan untuk dirinya. Andwei, Jungshin chaeriyo Yonghwa sshi !!!
" Jungshin, pergilah ke dapur bantu mereka, aku sudah sangat lapar ini " ucap Yonghwa sambil memegang perutnya. Jungshin yang mendapat perintah lalu berdiri dan berjalan ke dapur sambil berkata ", Aigoo hyung, bilang saja aku disuruh memata-matai mereka sedang apa ". Dan Minhyuk tergelak tidak dapat lagi menahan tawanya hingga Yonghwa harus melemparkannya majalah yang sedang di bacanya untuk membuatnya berhenti.
" Hyung, you so funny !! ", kata Minhyuk " Seharusnya kamu ke sana berpura-pura haus dan ingin minum jangan menyuruh Jungshin ", kata Minhyuk lagi, Yonghwa hanya bisa melotot padanya.
" Diamlah ! ", kata Yonghwa. Minhyuk kembali tertawa dan dia lalu berdiri mengajak Lily bermain game bersamanya di ruang nonton. Lebih baik membiarkan Yonghwa sendiri daripada harus di sana dan membuatnya mati tertawa. Hyung is too obviously !
Baru kali ini Yonghwa merasa aneh dengan dirinya sendiri. Kenapa dia harus merasa cemburu. Cemburu !! Apakah dia sudah jatuh cinta pada Seohyun ? Kenapa harus cemburu ? Tidak bisa, dia tidak boleh jatuh cinta pada Seohyun, dan dia juga harus menghentikan rasa cemburu ini. Sebaiknya dia bersikap wajar dan biasa saja. Tapi dia benar-benar tidak menyukai suara tawa mereka berdua. Ootokeyo ?
" Hey kalian berdua apa yang bisa aku bantu ? ", tanya Jungshin saat memasuki dapur. " Hyung sudah sangat lapar ".
Jungshin langsung mendekati Jonghyun dan berbisik " Hyung sebaiknya kau jangan berlama-lama memasak berdua Hyungsunim, ada yang cemburu di ruang tengah ". Jongshyun otomatis tertawa mendengar bisikan Jungshin dan membuat Seohyun menatap mereka dengan penuh tanda tanya.
" Ada apa ? ", tanya Seohyun. Jungshin dan Jonghyun hanya menggeleng.
" Tidak ada apa-apa, Jungshin cuma sudah sangat lapar sampai perutnya bisa bernyanyi rock saking laparnya ", jawab Jonghyun sambil menyenggol Jungshin.
" Nei, aku sangat lapar ", kata Jungshin sambil memasang muka memelas membuat Seohyun tertawa.
" Spagettinya sudah hampir siap ", kata Seohyun sambil memasukkan parutan keju ke dalam Spagettinya. " Selesai ! ", katanya lagi sambil mematikan kompor.
" Yeah, spagetti, I love spagetti, thank you hyungsunim. Biar aku ambilkan mangkoknya ", kata Jungshin sambil membuka salah satu lemari dapur dan mengeluarkan mangkok saji yang besar lalu meletakkannya di meja dapur.
Beberapa menit kemudian Jungshin sudah bolak balik membawa semua makanan ke meja makan. Menyiapkan piring dan kelengkapan lainnya, sementara Jonghyun dan Seohyun mulai merapikan alat-alat dapur yang tadi mereka gunakan serta membersihkan meja dan kompor.
" Terima kasih atas bantuannya hyungsunim " kata Jonghyun kepada Seohyun. Seohyun hanya menggelengkan kepalanya.
" Animmida, saya senang bisa membantu ".
" Kalau begitu mari kita makan ", kata Jonghyun sambil mengajak Seohyun menuju ke ruang makan tepat di samping dapur. Di ruang makan semua sudah berkumpul mengelilingi meja makan. Kelihatannya mereka semua sudah begitu lapar. Jonghun mengambil tempat di sebelah Jungshin sehingga Seohyun mau tidak mau harus duduk tepat disebelah Yonghwa dan Lily.
" Thank you for the food. Mari kita makan " kata mereka hampir bersamaan.
" Hyung, Seohyun memasakkan spagetti special khusus untukmu ", kata Jonghyun sambil menunjuk semangkok spagetti di atas meja.
" Betulkah ? ", tanya Yonghwa sambil memalingkan wajahnya ke arah Seohyun.
" Nei ", jawab Seohyun sedikit tersipu malu. Dan demi apapun, Yonghwa sangat suka melihat Seohyun tersipu seperti itu.
" Boleh ambilkan untukku ? ", tanya Yonghwa sambil mengulurkan piringnya dan Seohyun dengan senang hati menerimanya dan mulai mengisinya dengan spagetti lalu memberikan piring tersebut kembali kepada Yonghwa.
" Khamsamida ", kata Yonghwa
" Lily juga mau spagetti ", kata Lily sambil menunjuk piringnya. Seohyun tersenyum lalu mulai mengisi piring Lily dengan spagetti
" Aku juga mau dong " kata Minhyuk
" Kau kan bisa mengambilnya sendiri ", kata Yonghwa sambil mengulurkan mangkok spagetti ke arah Minhyuk membuat Jungshin dan Jonghyun tertawa.
Seohyun menyukai suasana ini, dia merasa sedang berkumpul dengan keluarganya sendiri. Mereka berempat begitu akrab, saling menggoda membuat Seohyun tertawa. Seohyun senang karena tak satupun dari mereka menganggapnya orang asing. Mereka bahkan berlomba-lomba menarik perhatiannya. Mungkin setelah semua masalah ini berakhir, ini adalah salah satu kenangan yang akan Seohyun ingat selamanya..
Selesai makan Seohyun membawa Lily ke kamar mandi. Spagetti membuat baju Lily kotor dan Seohyun harus menggantinya dengan baju yang bersih sekalian membersihkan wajahnya. Minhyuk mendapat tugas membersihkan meja dan sekaligus mencuci piring di bantu dengan Jungshin.
Jonghyun keluar dari dapur membawa 2 kaleng minuman ringan, dia melangkah mendekati Yonghwa yang sedang berada di ruang musik tempat dia menyimpan semua koleksi gitarnya. Yonghwa nampak sedang memainkan salah satu gitar akustik miliknya. Jonghyun lalu menyodorkan satu kaleng soft drink tersebut kepadanya.
" Bagaimana kabarmu Hyung ? Maksudku kabar tentang masalah pengasuhan Lily ", tanya Jonghyun sambil duduk di salah satu kursi dan meraih gitarnya.
" Sepertinya sedang berjalan. Pagi tadi Youmi menelponku katanya dia berhasil membujuk Nyonya Hwang untuk tidak memperkarakan masalah pengasuhan anak ini sampai ke Pengadilan, tapi katanya Nyonya Hwang akan menunggu kabar dari dinas sosial yang akan berkunjung ke apartemen ", jawab Yonghwa sambil meminum soft drinknya
" Kapan petugas itu akan datang ? ".
" Kata Youmi sih kemungkinan lusa "
" Semoga semuanya cepat selesai, sebelum management tahu tentang semua ini. Kita berdua tahu bagaimana ketatnya aturan di management kita kan ? ".
" Yah, aku juga berharap ini semua cepat selesai dan semua kembali berjalan normal. Aku mungkin harus mulai mencari pengasuh baru buat Lily sebelum Bibi Chun kembali ".
" Bagaimana dengan Seohyun ? ".
" Maksudmu ? ".
" Yah, bagaimana dengan Seohyun ? Aku lihat Seohyun sangat dekat dengan Lily dan demikian juga sebaliknya Lily sangat menyayangi Seohyun. Tentu akan berat bagi keduanya untuk berpisah saat semua masalah ini selesai ", kata Jonghyun membuat Yonghwa terdiam.
Apa yang akan terjadi nanti saat Lily harus berpisah dengan Seohyun ? Seharusnya Yonghwa memikirkan hal tersebut. Tentu akan berat bagi Lily bila harus jauh dari Seohyun.Mungkin Lily menganggap Seohyun seperti ibunya sendiri, apalagi sejak kecil dia memang tidak pernah merasakan kasih sayang seorang Ibu. Tentu akan sangat menyedihkan harus memisahkan mereka berdua.
" Hyung, bagaimanapun kau tetap harus memikirkan perasaan mereka berdua ", kata Jonghyun
" Ya, pasti akan sangat berat. Itulah mengapa aku menginginkan hal ini cepat selesai, sehingga Lily tidak akan terlalu terikat dengan Seohyun. Rasanya tidak enak membebani Seohyun dengan semua masalah ini. Dia juga mungin rindu dengan kehidupannya dan apartemennya ", kata Yonghwa sambil mulai memainkan gitar yang di pegangnya.
Jonghyun lalu mulai mengikuti irama petikan gitar Yonghwa sebentar saja keduanya sudah asyik memainkan gitar dan terlihat begitu menikmatinya. Love Revolution kemudian mereka mainkan dan Yonghwa mulai bernyanyi bergantian dengan Jonghyun.
" Apakah kau menyukai Seohyun, Hyung ? ", tanya Jonghyun saat mereka selesai melakukan jamming bersama.
" Aku menyukainya, dia sangat baik ", jawab Yonghwa
" Maksudku apakah kau menyukainya lebih dari suka ? ", tanya Jonghyun lagi. Yonghwa diam dan kembali memainkan gitarnya.
" Entahlah ", jawabnya setelah beberapa saat. " Tapi sebaiknya aku tidak menyukainya lebih dari itu " kata Yonghwa lagi
" Memangnya kenapa Hyung ? Saat ini kan kau tidak sedang dekat dengan siapapun. Dan kalaupun kau menyukainya itu wajar karena kau mempunyai hati. Seohyun is a lovable person, semua orang akan bisa dan mudah jatuh cinta padanya, dan itu termasuk dirimu. Itu hal yang normal ", kata Jonghyun.
" Tapi sebaiknya tidak. Aku tidak ingin dia menjadi bulan-bulanan hujatan para netizen dan para fans fanatik. Aku tidak ingin membuatnya terluka karena kata-kata kasar atau bahkan terganggu dengan sorotan media yang akan memburunya untuk sebuah berita. Aku tidak siap melihatnya seperti itu. Sekarang aku hanya akan fokus pada masalah ini dan berharap semuanya akan berakhir sehingga aku bisa kembali ke kehidupanku seperti yang dulu. Dan Seohyun juga bisa kembali ke kehidupannya sendiri. Begitu akan lebih baik, jauh lebih baik ", kata Yonghwa.
Seohyun mendengar perkataan Yonghwa dari balik pintu yang tidak tertutup rapat. Seohyun merasa sedih. ternyata dia telah membuat kehidupan Yonghwa menjadi tidak menyenangkan. Kehadirannya di apartemen adalah sebuah ketidaknyamanan bagi Yonghwa. Seohyun mendesah, semoga semua ini cepat selesai dan dia bisa meninggalkan apartemen, meninggalkan Yonghwa dan Lily, kembali ke apartemennya yang kecil namun nyaman dan kembali ke kehidupannya sebelum bertemu dengan mereka. Dan yang pasti mengembalikan kenyamanan hidup pada Yonghwa.
Seohyun tahu dia hanyalah orang asing dan ada saat dimana dia harus berlalu. Seohyun menarik napas dan menghembuskannya perlahan. Dibalikkannya badannya berjalan menuju dapur, Lily sudah tertidur di sofa karena kenyang dan kecapean, jadi mungkin sebaiknya dia membantu Minhyuk dan Jungshin membereskan semua di dapur.
Semoga semuanya cepat selesai.............................
Dont Miss it
WE GOT TIED CHAPTER 9
2 komentar
Write komentarAigoooo,mellow,mellow at the night.. =_="
ReplyNext Chapter,please,authornim.. ;)
Akhir yang membuat lemes pembaca...
ReplyPlis, masukan dan saran kami harapkan dari anda. Silakan komentar EmoticonEmoticon